Selasa, 25 November 2008

RENUNGAN



Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?. Orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Menurut Imam al-Ghazali , semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah "kematian"

KAJIAN:

Suatu hari, Imam al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu bertanya bebeapa hal. Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?. "

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)

Lalu Imam al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".

Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah "MASA LALU."

Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?".

Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (QS. Al- a'araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".

Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (QS. Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".

Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah 'meninggalkan SHALAT'. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.

Lantas pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?".

Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah "lidah MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.








Semoga menjadi pelajaran Penting...

Senin, 17 November 2008

KERETA DAN MASINIS



Kawan, sampai kapan kita akan terus begini?, sampai kapan kita akan menerima Semua keadaan ini ?.
sampai kapan kita akan membiarkan kesalahan ini?.
bagaikan kereta yang berjalan, dan kita sebagai penumpangnya, kereta yang kita naiki dikemudikan oleh seorang masinis yang salah itulah kondisi kita saat ini, seorang masinis yang mengemudikan kereta dengan sangat lambat yang memiliki
prinsip "biar lambat asal selamat", tapi masalahnya kawan, kereta yang dikemudikannya terlalu lambat, saking lambatnya sampai terjadi penumpukan penumpang di stasiun. dan semua penumpang yang ada dikereta diam saja padahal mereka semua tahu kereta berjalan terlalu lambat.
tak ada saeorang penumpang pun yang berani menegur sang masinis karena mereka takut pada sang masinis, mereka takut diturunkan ditengah jalan oleh sang masinis.
tapi masalahnya kawan, apabila kita terus begini kapan kita akan sampai pada tujuan kita????. sehari, dua hari, tiga hari, seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan atau mungkin sampai bahan bakar kereta habis.....?.
kawan, sebenarnya masinis yang mengemudikan kereta kita tidak salah, dan prinsipnya benar tapi kita perlu mengingatkannya kalau apa yang dilakukannya itu tidak menganalogikan prinsipnya ("biar lambat asal selamat"), justru beliau telah melakukannya secara berlebihan dan semua ini dinamakan oleh ahli kejiwaan sebagai suatu kelainan yang dinamakan "Obsesif kompulsif" sorry kalo ada kesalahan dalam penulisannya karena saya adalah seorang mahasiswa elektro bukan ahli kejiwaan.
dan agama pun melarang kita melakukan sesuatu secara berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan sangat tidak baik, dan akan merugikan.
kita sebagai manusia wajib mengingatkan apabila diantara kita ada yang melakukan kesalahan. karena itu semua merupakan tanggung jawab kita bersama.
mungkin semua paparan diatas tidak dapat dimengerti oleh kawan-kawan, tapi saya hanya ingin mengingatkan, bahwa kondisi yang kita hadapi saat ini seperti semua ungkapan diatas. dan mohon renungkanlah......
kami telah bosan dengan semua ini. saatnya kalian untuk bertindak.....dan kami akan mendukung semua tindakan kalian....tunjukan keberanian kalian....
buat mahasiswa elektro yang membaca tulisan ini tolong berikan komentar......

Minggu, 09 November 2008

Yang Muda Yang Bergelar


Wahai teman-teman, pernahkah kalian berfikir akan diapakan ilmu yang kita dapatkan selama ini, selama kita kuliah empat tahun lebih, akan terpakaikah ilmu kita nanti pada saat kita bekerja ?
Sudah bermanfaatkah ilmu yang kita dapatkan bagi sesama??.
Untuk apa kita menuntut ilmu sekian lama jika tidak dimanfaatkan???.
Sesungguhnya tanggung jawab kita sebagai kaum intelek sangatlah besar .
Apakah kita akan berdiam diri melihat bangsa kita semakin bodoh??.
Ilmu yang kita dapatkan wajib kita amalkan, karena itulah bekal kita di akherat nanti.......