
Kawan, sampai kapan kita akan terus begini?, sampai kapan kita akan menerima Semua keadaan ini ?.
sampai kapan kita akan membiarkan kesalahan ini?.
bagaikan kereta yang berjalan, dan kita sebagai penumpangnya, kereta yang kita naiki dikemudikan oleh seorang masinis yang salah itulah kondisi kita saat ini, seorang masinis yang mengemudikan kereta dengan sangat lambat yang memiliki
prinsip "biar lambat asal selamat", tapi masalahnya kawan, kereta yang dikemudikannya terlalu lambat, saking lambatnya sampai terjadi penumpukan penumpang di stasiun. dan semua penumpang yang ada dikereta diam saja padahal mereka semua tahu kereta berjalan terlalu lambat.
tak ada saeorang penumpang pun yang berani menegur sang masinis karena mereka takut pada sang masinis, mereka takut diturunkan ditengah jalan oleh sang masinis.
tapi masalahnya kawan, apabila kita terus begini kapan kita akan sampai pada tujuan kita????. sehari, dua hari, tiga hari, seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan atau mungkin sampai bahan bakar kereta habis.....?.
kawan, sebenarnya masinis yang mengemudikan kereta kita tidak salah, dan prinsipnya benar tapi kita perlu mengingatkannya kalau apa yang dilakukannya itu tidak menganalogikan prinsipnya ("biar lambat asal selamat"), justru beliau telah melakukannya secara berlebihan dan semua ini dinamakan oleh ahli kejiwaan sebagai suatu kelainan yang dinamakan "Obsesif kompulsif" sorry kalo ada kesalahan dalam penulisannya karena saya adalah seorang mahasiswa elektro bukan ahli kejiwaan.
dan agama pun melarang kita melakukan sesuatu secara berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan sangat tidak baik, dan akan merugikan.
kita sebagai manusia wajib mengingatkan apabila diantara kita ada yang melakukan kesalahan. karena itu semua merupakan tanggung jawab kita bersama.
mungkin semua paparan diatas tidak dapat dimengerti oleh kawan-kawan, tapi saya hanya ingin mengingatkan, bahwa kondisi yang kita hadapi saat ini seperti semua ungkapan diatas. dan mohon renungkanlah......
kami telah bosan dengan semua ini. saatnya kalian untuk bertindak.....dan kami akan mendukung semua tindakan kalian....tunjukan keberanian kalian....
buat mahasiswa elektro yang membaca tulisan ini tolong berikan komentar......
1 komentar:
woy bapor maniak, menurut lu anak2 sekarang pada berani ngga buat bikin gebrakan.......?.
ngga kyk jaman kita dulu, dulu kita pernah ngadaain sarasehan. dan dalam cara itu kita membuat sebuah pertunjukan kabaret yang isinya langsung menyinggung keadaan pada saat itu.....
mungkin teman2 ingat......
Posting Komentar